Desain rumah taman di dalam mengubah sudut kosong menjadi ruang hijau yang hidup tanpa harus keluar rumah. Kalian bisa menikmati daun hijau dari sofa ruang keluarga, mendengar air menetes dari keran kecil, dan merasakan udara segar yang masuk lewat celah atap. Taman semacam itu berbeda dari taman depan karena posisinya berada di jantung rumah, bukan di halaman luar yang berbatasan dengan jalan. Lima posisi di bawah membantu kalian memilih letak taman yang paling cocok dengan denah, arah matahari, dan kebiasaan keluarga sehari-hari.
Desain Rumah Taman di Dalam Dimulai dari Posisi
Sebelum membeli tanaman atau memanggil tukang, kalian perlu menentukan dulu di mana taman akan hidup. Posisi menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk, seberapa mudah air dialirkan, dan seberapa sering keluarga melewati taman tersebut setiap hari. Taman yang diletakkan di tempat yang salah akan cepat layu, sementara taman di posisi yang tepat bisa tumbuh subur dengan perawatan yang ringan. Lima posisi berikut menjadi pilihan yang paling banyak dipakai dalam desain rumah taman di dalam di rumah tapak Indonesia, dari courtyard tengah sampai dinding hijau vertikal.
1. Taman di tengah rumah menjadi courtyard yang dikelilingi ruang keluarga, dapur, dan koridor. Cahaya masuk dari atap kaca di atasnya, udara mengalir dari semua sisi, dan semua ruang mendapat pemandangan hijau. Posisi tengah cocok untuk rumah satu lantai maupun dua lantai karena void di atas courtyard bisa menembus sampai atap.
2. Taman di samping ruang keluarga menempel pada dinding kaca yang menghadap ruang duduk. Kalian bisa melihat taman dari sofa tanpa harus keluar, dan pintu geser kaca membuat taman terasa menyatu dengan ruang keluarga. Posisi samping cocok untuk lahan sempit karena taman hanya butuh lebar satu sampai dua meter di sepanjang dinding.
3. Taman di bawah void dan skylight memanfaatkan cahaya vertikal yang jatuh dari atas. Tanaman tinggi seperti palem kuning dan pisang-pisangan tumbuh tegak mengikuti arah cahaya, sementara tanaman rendah mengisi bagian bawahnya. Posisi bawah void cocok untuk rumah dua lantai yang punya ruang kosong di tengah denah.
4. Taman di sudut dapur dan ruang makan berada dekat sumber air sehingga menyiram jadi gampang. Tanaman herbal seperti kemangi, mint, dan daun bawang bisa dipetik langsung saat memasak, dan uap masakan tidak mengganggu tanaman selama ada jendela kecil untuk sirkulasi. Posisi sudut dapur cocok untuk keluarga yang suka memasak dan mau taman yang berguna setiap hari.
5. Taman vertikal di dinding dalam memakai rak dan pot gantung yang menempel pada dinding. Tanaman menjuntai seperti sirih gading menutupi dinding kosong, sementara tanaman tegak seperti lidah mertua berdiri di pot bawah. Posisi vertikal cocok untuk rumah mungil karena taman tidak mengambil lantai sama sekali, hanya dinding yang tadinya kosong.
Lima posisi tersebut bisa dikombinasikan bila lahan masih tersisa. Courtyard tengah bisa dipadukan dengan dinding hijau di koridor, atau taman samping ruang keluarga bisa dilanjutkan sampai sudut dapur. Pilih satu posisi utama dulu, rawat sampai tanamannya kuat, baru tambah posisi kedua saat anggaran dan waktu sudah tersedia.
Cahaya dan Udara Menentukan Tanaman Tetap Hidup
Tanaman butuh cahaya untuk berfotosintesis, dan taman di dalam rumah hanya mendapat cahaya dari bukaan yang kalian sediakan. Skylight di atas courtyard, jendela tinggi di dinding samping, dan atap kaca di atas void menjadi tiga sumber cahaya yang paling bisa diandalkan. Kebanyakan tanaman hias dalam ruangan butuh cahaya tidak langsung selama empat sampai enam jam sehari, bukan cahaya matahari yang menyengat langsung ke daun.

Arah hadap rumah ikut menentukan seberapa panas cahaya yang masuk. Rumah yang menghadap barat menerima matahari sore yang terik, jadi skylight di sisi barat sebaiknya memakai kaca buram atau tirai tipis supaya daun tidak terbakar. Rumah yang menghadap timur mendapat matahari pagi yang lembut, dan cahaya tersebut justru paling disukai tanaman hias. Cek arah matahari di lahan kalian sebelum menentukan ukuran skylight, karena bukaan yang terlalu besar membuat ruangan di bawahnya ikut panas.
Udara yang mengalir sama pentingnya dengan cahaya. Sirkulasi udara lewat ventilasi silang antara jendela dan lubang udara di atas taman membuat udara lembap tidak terjebak di dalam rumah. Tanaman mengeluarkan uap air saat berfotosintesis, dan uap tersebut bisa menempel di dinding bila tidak ada jalan keluar. Bukaan kecil di dekat atap taman, sekitar sepuluh sampai lima belas sentimeter, sudah cukup untuk membuang udara lembap tanpa membuat ruangan terasa berangin.
Hindari meletakkan taman tepat di depan aliran AC karena udara dingin yang terus menerus membuat daun mengering di ujungnya. Jaga jarak minimal satu meter antara unit AC dan tanaman yang paling dekat, atau arahkan sirip AC menjauh dari taman. Desain rumah taman di dalam yang baik selalu memberi tanaman cahaya yang cukup dan udara yang bergerak, bukan udara dingin yang meniup langsung ke daun.
Tanaman yang Cocok Tumbuh di Dalam Rumah
Tidak semua tanaman tahan hidup di dalam ruangan. Tanaman yang cocok untuk desain rumah taman di dalam punya tiga ciri, yaitu tahan teduh, tahan terhadap kelembapan yang berubah, dan tidak butuh penyiraman setiap hari. Monstera, lidah mertua, sirih gading, aglaonema, dan palem kuning termasuk tanaman yang memenuhi tiga ciri tersebut dan mudah dicari di toko tanaman mana pun.

Monstera memberi kesan tropis dengan daun besar yang terbelah, dan tanaman tersebut tumbuh cepat bila mendapat cahaya tidak langsung yang cukup. Lidah mertua termasuk tanaman yang paling tahan banting karena bisa hidup dengan cahaya minim dan penyiraman yang jarang, bahkan dua minggu sekali masih cukup. Sirih gading cocok digantung atau dibiarkan menjuntai dari rak tinggi, sementara aglaonema memberi warna merah dan hijau di sudut yang teduh.
Palem kuning dan calathea bisa menjadi tanaman tinggi yang mengisi sudut taman dalam supaya tidak kosong. Palem kuning tumbuh tegak sampai dua meter dan memberi bayangan lembut untuk tanaman rendah di bawahnya. Calathea punya daun bermotif yang cantik, tapi tanaman tersebut butuh kelembapan yang stabil, jadi letakkan di dekat sumber air atau di area yang tidak terkena AC langsung.
Untuk sudut dapur, tanaman herbal menjadi pilihan yang paling berguna. Kemangi, mint, daun bawang, dan seledri bisa dipetik langsung saat memasak dan tumbuh baik di pot kecil dekat jendela dapur. Hindari tanaman yang butuh matahari penuh seperti kaktus besar dan tanaman berduri tajam di jalur yang dilewati anak kecil. Tanaman berduri memang cantik, tapi risiko tertusuk jauh lebih besar daripada keindahannya di rumah yang ramai.
Drainase dan Perawatan Supaya Rumah Tetap Kering
Drainase menjadi bagian yang paling sering diabaikan saat membuat taman di dalam rumah, padahal air yang menggenang adalah awal dari lantai licin dan dinding berjamur. Dasar taman dalam harus punya lapisan kerikil setebal lima sampai sepuluh sentimeter supaya air siraman bisa mengalir turun dan tidak menggenang di akar. Di atas kerikil, letakkan kain geotekstil atau ijuk, baru tanah tanam di bagian paling atas.

Setiap pot dalam desain rumah taman di dalam wajib punya lubang di bawahnya dan tatakan yang menampung air lebihan. Tanpa lubang, air terjebak di dalam pot dan akar membusuk dalam beberapa minggu. Saluran kecil dari area taman menuju pembuangan air di luar rumah membuat air lebihan punya jalan keluar, dan lantai di sekitar taman sebaiknya dibuat miring tipis, sekitar satu sampai dua persen, ke arah saluran tersebut.
Jadwal penyiraman untuk taman dalam jauh lebih ringan daripada taman luar karena tanah di dalam ruangan mengering lebih lambat. Kebanyakan tanaman hias cukup disiram dua sampai tiga kali seminggu, dan cara paling aman adalah menusukkan jari sedalam dua ruas ke tanah sebelum menyiram. Bila tanah masih lembap, tunda penyiraman sampai esok hari. Menyiram berlebihan justru lebih berbahaya daripada kekurangan air, karena akar yang terendam akan membusuk tanpa terlihat dari luar.
Biaya perawatan desain rumah taman di dalam terbilang ringan bila dihitung per bulan. Pupuk cair untuk tanaman hias berkisar Rp25 ribu sampai Rp50 ribu per botol dan cukup untuk dua sampai tiga bulan. Media tanam sebaiknya diganti setiap enam sampai dua belas bulan supaya tanah tidak mengeras dan akar tetap bisa bernapas. Anggaran sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per bulan sudah cukup untuk pupuk, media tanam, dan pengganti tanaman yang layu.
Contoh Penataan untuk Rumah Kecil dan Rumah Besar
Rumah kecil type 36 dan 45 tetap bisa punya desain rumah taman di dalam tanpa mengorbankan ruang gerak. Taman vertikal di dinding ruang keluarga ditambah dua pot besar di sudut dekat jendela sudah cukup memberi kesan hijau yang kuat. Pilih monstera dan lidah mertua sebagai tanaman utama karena keduanya tahan teduh dan tidak butuh perawatan rumit. Satu rak kayu di atas sofa bisa menampung tiga sampai lima pot kecil berisi sirih gading dan aglaonema.
Rumah dua lantai punya kebebasan yang lebih besar karena courtyard tengah bisa menembus sampai atap. Void di atas courtyard membawa cahaya ke lantai bawah dan membuat ruang keluarga terasa lega. Tanaman tinggi seperti palem kuning berdiri di tengah courtyard, sementara tanaman rendah seperti pakis dan calathea mengisi bagian bawahnya. Tangga yang menghadap courtyard membuat setiap naik turun tangga menjadi pengalaman yang hijau dan menyenangkan.
Contoh nyata bisa dilihat dari keluarga dengan dua anak yang tinggal di rumah type 45 di pinggiran kota. Mereka memakai taman vertikal di dinding ruang keluarga dan satu pot monstera besar di sudut dekat jendela. Anak-anak ikut menyiram tanaman setiap sore, dan kegiatan tersebut menjadi rutinitas keluarga yang menyenangkan. Total biaya awal yang mereka keluarkan sekitar Rp1,5 juta untuk rak, pot, dan tanaman, lalu perawatan bulanannya tidak sampai Rp100 ribu.
Untuk denah yang bisa menampung courtyard tengah, kalian bisa melihat Denah rumah 1 lantai modern dan membayangkan di mana taman dalam bisa diletakkan. Bila kalian mau memadukan taman dalam dengan area luar, Rumah dengan teras luas memberi contoh transisi dari ruang dalam ke teras yang rapi. Sementara itu, pilar Desain rumah memberi peta besar untuk seluruh cluster desain rumah di Livaza.
Apakah taman di dalam rumah membuat rumah lembap?
Desain rumah taman di dalam bisa membuat rumah lembap bila drainase buruk dan udara tidak mengalir, tapi risiko tersebut bisa dicegah dengan lapisan kerikil, saluran pembuangan, dan bukaan ventilasi di atas taman. Tanaman yang disiram secukupnya hanya mengeluarkan uap air dalam jumlah kecil, dan ventilasi silang sudah cukup untuk membuang uap tersebut keluar rumah.
Berapa biaya membuat taman di dalam rumah?
Biaya membuat desain rumah taman di dalam sangat bergantung pada posisi dan ukurannya. Taman vertikal sederhana dengan rak dan lima pot bisa dibuat dengan anggaran Rp1 juta sampai Rp2 juta, sementara courtyard tengah dengan skylight dan drainase bisa menelan Rp10 juta sampai Rp25 juta tergantung bahan dan luas area. Mulai dari yang kecil dulu, lalu kembangkan saat anggaran sudah tersedia.
Tanaman apa yang paling mudah dirawat di dalam rumah?
Lidah mertua menjadi tanaman yang paling mudah dirawat karena tahan teduh, tahan lupa disiram, dan hampir tidak pernah diserang hama. Sirih gading dan monstera menyusul di belakangnya, keduanya tumbuh cepat dan hanya butuh cahaya tidak langsung serta penyiraman dua sampai tiga kali seminggu.
Desain rumah taman di dalam yang baik lahir dari posisi yang tepat, cahaya yang cukup, tanaman yang tahan teduh, dan drainase yang rapi. Mulai dari satu posisi yang paling cocok dengan denah kalian, pilih tiga sampai lima tanaman yang mudah dirawat, dan jaga jadwal penyiraman supaya tidak berlebihan. Dalam beberapa minggu, sudut rumah yang tadinya kosong akan berubah menjadi tempat favorit keluarga untuk duduk, membaca, dan menikmati hijau setiap hari.
Area luar lain yang seirama dekorasi outdoor.







Leave a Comment